Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Cara Mengatasi Memory Error di Pandas Tanpa Upgrade RAM

Belajar Data Science di Rumah 23-Januari-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/60e7f5148742fd5cf2586ca7648f21e9_x_Thumbnail800.jpeg

Memory error merupakan salah satu masalah paling umum yang dihadapi data analyst dan data scientist saat bekerja dengan Pandas. Ketika ukuran dataset semakin besar, keterbatasan RAM sering membuat proses seperti membaca file, sorting, atau merge menjadi gagal. Situasi ini bukan hanya menghambat pekerjaan, tetapi juga menguras waktu eksplorasi data yang seharusnya menjadi fokus utama analisis.

Banyak orang mengira solusi satu-satunya adalah membeli laptop baru atau menambah kapasitas RAM. Padahal, ada beberapa pendekatan praktis yang bisa dilakukan data analyst untuk mengatasi memory error tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk hardware. Berikut adalah cara mengatasi memory error di Pandas tanpa upgrade RAM. Simak penjelasan berikut sahabat DQLab!

1. Memahami Penyebab Memory Error di Pandas

Memory error biasanya terjadi ketika Pandas membutuhkan alokasi memori lebih besar daripada yang tersedia di sistem. Operasi seperti sort_values, groupby, merge, atau apply sering kali membuat salinan data di memori sehingga konsumsi RAM meningkat drastis. Hal ini semakin terasa ketika dataset memiliki ratusan ribu baris dan puluhan kolom.

Selain itu, banyak dataset menggunakan tipe data default yang tidak optimal, seperti int64 atau float64, padahal nilai yang disimpan sebenarnya jauh lebih kecil. Kombinasi antara ukuran data besar dan tipe data yang boros memori membuat Pandas mudah kehabisan ruang kerja.


Baca Juga: Bootcamp Data Analyst with Python & SQL


2. Mengurangi Data yang Diproses

Salah satu cara paling sederhana adalah memproses data seperlunya saja. Jika tidak semua kolom dibutuhkan, gunakan parameter usecols saat membaca file CSV atau Excel. Dengan begitu, Pandas tidak perlu memuat seluruh struktur data ke dalam memori. Pendekatan lain adalah menggunakan teknik sampling atau filtering sejak awal. Misalnya, hanya memuat data dari rentang waktu tertentu atau kategori tertentu yang relevan dengan analisis. Cara ini sangat efektif untuk eksplorasi awal sebelum memproses dataset secara penuh.


3. Mengoptimalkan Tipe Data

Mengubah tipe data kolom dapat memberikan penghematan memori yang signifikan. Kolom bertipe int64 bisa diubah menjadi int32 atau int16, sedangkan float64 bisa menjadi float32 jika presisi tinggi tidak dibutuhkan. Untuk kolom kategorikal seperti status, jenis produk, atau region, gunakan tipe category. Pandas akan menyimpan nilai unik saja dan mereferensikannya dengan indeks numerik, sehingga penggunaan memori jauh lebih kecil dibandingkan string biasa.


4. Membaca Data Secara Bertahap

Pandas menyediakan fitur chunksize untuk membaca data dalam potongan kecil. Setiap chunk dapat diproses satu per satu, lalu hasilnya digabungkan atau disimpan kembali ke file baru. Metode ini sangat cocok untuk dataset berukuran gigabyte, karena hanya sebagian kecil data yang berada di memori pada satu waktu.


Baca Juga: Data Analyst vs Data Scientist


5. Menghindari Operasi yang Boros Memori

Beberapa operasi Pandas secara internal membuat salinan dataframe, sehingga penggunaan RAM bisa berlipat ganda. Sebisa mungkin, gunakan parameter inplace=True jika tersedia, atau rancang alur kerja agar tidak membuat terlalu banyak variabel dataframe baru. Selain itu, hindari penggunaan fungsi seperti apply untuk operasi kompleks jika dapat digantikan dengan operasi vektorisasi. Vektorisasi tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih hemat memori.

Memory error di Pandas bukan menjadi alasan mutlak untuk segera upgrade RAM. Banyak masalah yang bisa diselesaikan secara efektif seperti mengurangi data yang diproses, mengoptimalkan tipe data, membaca file secara bertahap, dan menghindari operasi boros memori. Jika kebutuhan semakin kompleks, solusi horizontal scaling dapat menjadi alternatif modern yang praktis.


FAQ
1. Apakah memory error di Pandas selalu berarti RAM saya kurang?

Tidak selalu. Memory error sering kali terjadi karena Pandas membutuhkan alokasi memori tambahan saat menjalankan operasi tertentu seperti sort, merge, atau groupby. Masalahnya lebih pada cara data diproses dan tipe data yang digunakan, bukan semata-mata kapasitas RAM.

2. Teknik apa yang paling efektif untuk menghemat memori di Pandas?

Mengoptimalkan tipe data kolom, menggunakan tipe category untuk data kategorikal, serta membaca data secara bertahap dengan chunksize adalah teknik yang paling berdampak besar dalam mengurangi penggunaan memori.

3. Apakah mungkin menjalankan Pandas untuk dataset besar tanpa upgrade hardware?

Sangat mungkin. Selain optimasi kode, kamu bisa memanfaatkan pendekatan horizontal scaling seperti Terality yang menjalankan Pandas di cluster terdistribusi tanpa perlu mengubah struktur kode atau menambah kapasitas RAM lokal.


Jadi, kalau kamu tertarik untuk berkarir sebagai Data Analyst yang menguasai teknik Data Cleaning secara handal, ini adalah saat yang tepat! Yuk, segera Sign Up ke DQLab! Di sini, kamu bisa belajar dari dasar hingga tingkat lanjut dengan materi dan tools yang relevan dengan kebutuhan industri, bahkan tanpa latar belakang IT. Belajar kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas penuh, serta didukung oleh fitur eksklusif Ask AI Chatbot 24 jam!

Tidak cuma itu, DQLab juga sudah menerapkan metode pembelajaran HERO (Hands-On, Experiential Learning & Outcome-based) yang dirancang ramah untuk pemula, dan telah terbukti mencetak talenta unggulan yang sukses berkarier di bidang data. Jadi, mau tunggu apa lagi?

Jadi, tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri untuk menguasai keterampilan di bidang data dan teknologi dengan subscribe modul premium, atau ikuti Bootcamp Data Analyst with SQL and Python sekarang juga!


Penulis: Reyvan Maulid

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini