Kenapa Profesional Perlu “Rem” Saat Belajar Skill Baru?
Belajar skill baru sering dipandang sebagai solusi dari hampir semua masalah karier. Setiap tren baru menghadirkan tools, cara kerja, metode, dan istilah teknis yang seolah wajib dikuasai agar tetap relevan. Banyak profesional akhirnya terus belajar tanpa henti seperti mengikuti berbagai training dan kelas. Namun, seiring berjalannya waktu justru merasa semakin kewalahan. Di titik ini, yang dibutuhkan sebenarnya adalah rem untuk mengendalikan prosesnya.
Belajar tanpa rem membuat proses pengembangan diri dan kompetensi jadi kehilangan arah. Dari semua yang dipelajari, mana yang benar-benar bisa dipakai ilmunya untuk menjawab kebutuhan bisnis dan diaplikasikan ke pekerjaan sehari-hari? Simak penjelasannya berikut!
1. Kecenderungan Memulai dari Teknis
Banyak proses belajar profesional dimulai dari hal yang paling terlihat yaitu teknis. Peserta langsung diperkenalkan pada tools, fitur, framework, atau istilah yang terdengar canggih. Cara ini terasa cepat dan “produktif” karena sejak awal orang diajak mengerjakan sesuatu. Namun, tanpa disadari, pendekatan ini sering melewatkan satu pertanyaan soal masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan?
Akibatnya, profesional sering tahu cara menjalankan suatu metode, tetapi tidak yakin kapan dan untuk apa metode itu digunakan. Saat kembali bekerja, skill baru dicoba di berbagai situasi, meski tidak selalu relevan. Hasil kerja mungkin terlihat kompleks, tetapi sulit menjawab kebutuhan bisnis. Inilah titik di mana belajar terasa ramai di awal, tetapi sepi dampak di akhir.
2. Memasang “Rem” Sejak Awal Proses Belajar melalui BETTER Training DQLab
BETTER Training DQLab hadir menggunakan pendekatan yang berbeda yakni sengaja “memasang rem” sejak awal proses belajar. Alih-alih langsung masuk ke teknis, peserta diajak memahami konteks lebih dulu. Apa tantangan bisnis yang sedang dihadapi? Apa tujuan organisasi? Siapa yang akan menggunakan hasil kerja ini dan untuk keputusan apa?
Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut, proses belajar menjadi lebih terarah. Skill teknis tidak dipelajari karena sedang populer, tetapi karena memang dibutuhkan untuk menjawab masalah tertentu. Pendekatan business first, technical later ini membuat peserta tidak terseret arus belajar tanpa arah, melainkan bergerak dengan tujuan yang jelas.
3. Adanya Rem Membuat Proses Belajar Lebih Aman
Rem dalam proses belajar berfungsi sebagai alat pengaman. Ketika profesional memahami konteks sebelum menerapkan skill, risiko salah langkah menjadi jauh lebih kecil. Mereka tidak perlu mencoba semua metode atau tools hanya untuk membuktikan kemampuan. Setiap penerapan dilakukan dengan alasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Dalam BETTER Training, teori dan teknis tetap dibahas, tetapi tidak berlebihan. Fokusnya bukan pada seberapa banyak yang diketahui, melainkan seberapa tepat skill tersebut digunakan. Dengan cara ini, proses belajar terasa lebih aman, minim trial and error, dan tidak menguras energi. Peserta belajar dengan percaya diri karena tahu mengapa mereka melakukan sesuatu, bukan sekadar mengikuti instruksi.
4. Dari Better Skill ke Better Work
Ketika skill dipelajari dengan pendekatan yang tepat, dampaknya tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu. Cara kerja pun ikut berubah. Profesional tidak lagi hanya fokus pada eksekusi tugas, tetapi mulai terbiasa memahami masalah, menarik insight, dan memikirkan dampak dari pekerjaannya terhadap organisasi.
Inilah transisi dari better skill ke better work. Hasil kerja menjadi lebih relevan, lebih mudah dipahami oleh stakeholder, dan lebih sering digunakan dalam pengambilan keputusan. Profesional tidak hanya terlihat sibuk, tetapi benar-benar berkontribusi. Dengan cara kerja seperti ini, value peserta meningkat secara alami, sekaligus membuka jalan bagi perkembangan karier yang lebih berkelanjutan.
Belajar skill baru seharusnya membantu pekerjaan, bukan justru bikin bingung atau terasa menambah beban. Kalau kamu merasa sudah ikut banyak training, tapi masih ragu harus pakai skill yang mana dan untuk apa, bisa jadi masalahnya bukan di kemauan belajar, melainkan di cara belajarnya.
BETTER Training DQLab hadir untuk membantu profesional belajar dengan lebih terarah. Prosesnya dimulai dari masalah nyata di dunia kerja, lalu diturunkan ke skill yang memang dibutuhkan. Bukan sekadar tahu caranya, tapi paham kapan dan kenapa skill itu dipakai. Kalau kamu ingin belajar yang benar-benar kepakai di pekerjaan dan berdampak ke karier, mungkin ini saat yang tepat untuk mencoba pendekatan belajar yang lebih better.
Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab
Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar
Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab
Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini
