Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Kenapa Skill Teknis Saja Tidak Cukup untuk Naik Karier?

Belajar Data Science di Rumah 22-Januari-2026
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-4-banner-library-better-03-2026-01-28-103417_x_Thumbnail800.jpg

Banyak profesional merasa sudah berada di jalur yang benar untuk mengembangkan karier. Mereka rajin mengikuti berbagai pelatihan, menguasai tools baru, dan terus memperbarui skill teknis yang relevan dengan pekerjaannya. Namun, muncul kegelisahan ketika peran dan posisi tidak banyak berubah seiring waktu. Beban kerja bertambah, tetapi pengakuan dan jenjang karier terasa stagnan.

Situasi ini sering menimbulkan kebingungan dan frustrasi. Di satu sisi, profesional merasa sudah bekerja keras dan belajar lebih banyak dibanding sebelumnya. Di sisi lain, hasil yang diharapkan tidak kunjung datang. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada faktor lain di luar skill teknis yang menentukan perkembangan karier seseorang. Berikut adalah alasan mengapa skill teknis saja tidak cukup untuk naik karier. Simak penjelasan berikut!


1. Skill Teknis Membuat Dipercaya Bekerja

Skill teknis memang menjadi modal penting dalam dunia kerja. Kemampuan ini membuat seseorang dipercaya untuk menyelesaikan tugas, menjalankan sistem, dan memastikan pekerjaan operasional berjalan lancar. Semakin tinggi penguasaan teknis, semakin sering seseorang diandalkan untuk mengeksekusi pekerjaan penting.

Namun, kepercayaan tersebut sering berhenti pada level eksekusi. Profesional dinilai andal karena mampu bekerja. Akibatnya, mereka lebih sering diberi tambahan tugas operasional dibanding kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Di sinilah skill teknis justru berpotensi membatasi pergerakan karier jika tidak diimbangi dengan kemampuan lain.


2. Kesenjangan antara Bisa Melakukan dan Bernilai bagi Bisnis

Banyak profesional tidak menyadari adanya perbedaan antara mampu melakukan pekerjaan dan memberikan nilai bagi bisnis. Fokus utama sering kali tertuju pada bagaimana menyelesaikan tugas dengan benar dan efisien. Padahal, organisasi menilai kontribusi bukan hanya dari proses, tetapi dari dampak yang dihasilkan. Tanpa disadari, seseorang bisa sangat kompeten secara teknis tetapi kurang relevan secara strategis.

Kesenjangan ini semakin terasa seiring naiknya level karier. Semakin tinggi posisi maka semakin besar ekspektasi terhadap kemampuan berpikir. Profesional di level ini dituntut untuk memahami tujuan bisnis, membaca kebutuhan stakeholder, dan mengaitkan pekerjaannya dengan hasil yang diharapkan organisasi.


3. Kenapa Pendekatan Business-First Jadi Kunci?

Pendekatan business-first membantu profesional keluar dari jebakan teknis semata. Seseorang dapat melihat konteks yang lebih luas dari pekerjaannya dengan memulai dari pemahaman masalah bisnis. Ia tidak hanya tahu apa yang harus dikerjakan, tetapi juga mengapa hal itu penting. Cara berpikir ini membuat setiap aktivitas kerja menjadi lebih terarah.

Selain itu, pendekatan business-first mendorong profesional untuk lebih selektif dalam menggunakan skill teknis. Tools dan metode tidak lagi digunakan karena sedang tren, tetapi karena relevan dengan kebutuhan nyata. Hasil kerja menjadi lebih tepat sasaran dan mudah dipahami oleh stakeholder. Inilah yang membuat seorang profesional mulai dipandang sebagai problem solver.


4. BETTER Training DQLab Dirancang untuk Menjembatani Kesenjangan Tersebut

BETTER Training DQLab hadir untuk menjawab kesenjangan antara skill teknis dan nilai bisnis. Program ini tidak berambisi mengajarkan semua hal, tetapi berfokus pada skill yang benar-benar digunakan dalam konteks kerja profesional. Proses belajar dimulai dari studi kasus nyata, tantangan industri, dan ekspektasi stakeholder. Peserta diajak memahami peran mereka dalam tujuan bisnis yang lebih besar.

Peserta dilatih untuk menarik insight, menyusun rekomendasi, dan menyampaikan hasil kerja secara profesional. Skill yang dimiliki tidak menambah beban kerja semata, tetapi meningkatkan kualitas kontribusi. Hasilnya, peserta lebih siap terlibat dalam diskusi strategis dan pengambilan keputusan.

Pada akhirnya, karier tidak naik hanya karena kita menguasai banyak skill teknis. Karier berkembang ketika skill tersebut benar-benar memberi manfaat bagi bisnis dan membantu organisasi mengambil keputusan yang tepat. Di sinilah pemahaman konteks, cara berpikir yang lebih strategis, dan dampak nyata dari pekerjaan menjadi pembeda.

BETTER Training DQLab membantu profesional berada di jalur yang tepat. Skill yang dipelajari tidak berhenti sebagai kemampuan teknis, tetapi menjadi modal untuk memperluas peran dan meningkatkan nilai diri di tempat kerja. Dengan memahami bisnis di balik pekerjaan, profesional bisa berkontribusi lebih besar dan membuka peluang karier yang lebih baik. Inilah jenis skill yang bukan hanya dipakai untuk bekerja, tetapi juga mendorong karier naik ke level berikutnya.

Postingan Terkait

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Daftar Gratis & Mulai Belajar

Mulai perjalanan karier datamu bersama DQLab

Daftar dengan Google

Sudah punya akun? Kamu bisa Sign in disini