Walaupun CEO Perusahaan Data, Parawansa Tetap Upskill dengan Ikuti Sertifikasi BNSP

Di tengah pesatnya perkembangan industri, hampir semua perusahaan kini berlomba-lomba membangun bisnis berbasis data dan teknologi. Namun, di era digital ini, nyatanya masih ada CEO yang benar-benar ingin memahami dunia data dari hulu ke hilir. Parawansa, seorang profesional yang berasal dari industri pertambangan, memilih jalan berbeda. Ia tidak hanya ingin memimpin, tetapi juga menguasai setiap aspek teknis dalam perusahaannya sendiri.
“Saya sebenarnya sekarang ini di pertambangan. Tapi saya sedang membuat perusahaan data.” -ungkap Parawansa
Baginya, menjadi pemimpin yang baik bukan hanya sekadar memberi arahan. Tetapi pemimpin yang baik juga harus memahami secara langsung proses bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu, ia memilih untuk belajar, mendalami, dan bahkan menjalani sendiri berbagai proses yang kelak akan menjadi fondasi perusahaannya.
Selain itu, kesadaran bahwa data adalah aset masa depan mendorongnya untuk mendalami bidang ini lebih dalam. Ia pun tak segan untuk belajar dari dasar, mengikuti berbagai pelatihan, hingga akhirnya mengambil sertifikasi sebagai bukti komitmen akan visi besar dan kredibilitasnya.
“Oh ternyata ketika orang bersertifikasi itu memang punya kualifikasi yang luar biasa sekali. Bukan asal-asalan.” -lanjutnya
1. Belajar dari Nol Hingga Meraih Sertifikasi BNSP
Banyak pemimpin bisnis memilih untuk langsung merekrut tenaga ahli, tetapi tidak demikian dengan Parawansa. Ia percaya bahwa seorang leader harus memahami end-to-end proses sebelum membangun tim.
“Itu tujuannya. Jadi ini bagian dari misi saya. Misi untuk kemudian memahami proses teknis dari pengumpulan data itu. Sampai kemudian bagaimana dengan orang. Sudah kompetensi juga sebenarnya.” -ujar Parawansa
Demi mewujudkan hal itu, ia mengikuti bootcamp dan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pengalamannya mengikuti ujian sertifikasi pun sangat berkesan, di mana ia diuji secara mendalam oleh asesor yang kompeten.
“Tadi proses ujiannya juga sangat bagus sekali menurut saya karena betul-betul aksesor juga menguliti kita, membongkar. Sampai saya bilang komputerasi sudah habis dibongkar.” -lanjut Parawansa
Namun, tantangan dalam proses sertifikasi tersebut justru dinikmati oleh Parawansa. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuannya lebih jauh dan memastikan bahwa ia benar-benar siap untuk memimpin perusahaan data.
2. Kegigihan Belajar di DQLab
Dalam perjalanannya, Parawansa menemukan platform pembelajaran yang cocok, yaitu DQLab. Ia memilih platform ini karena kurikulumnya yang relevan dan kemudahan dalam mengakses materi.
“Sebenarnya saya itu sempat melihat beberapa tempat ya, baik yang berbahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Saya sempat malah mendaftar itu bukan cuma di DQLab, yang sudah saya bayar juga. Saya lupa Udemi itu kan berbahasa Inggris ya. Itu malah saya tinggalin. Saya lebih suka kurikulum yang dibangun oleh DQLab.” -tutur Parawansa
DQLab memberikan akses ke rekaman materi yang membantu Parawansa tetap belajar meskipun memiliki jadwal yang padat. Ia bahkan telah berlangganan sejak tahun 2022 dan terus memperpanjang aksesnya.
“Dari tahun 2022 aku enggak salah saya pilih DQLab. Semangatnya luar biasa.” -lanjutnya
3. Visi Besar: Membangun Perusahaan Data yang Kompetitif
Parawansa memiliki visi besar dalam membangun perusahaannya. Ia melihat bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, perusahaan berbasis data akan menjadi lebih berharga daripada industri pertambangan.
“Semogalah, artinya saya berpikir bahwa ini tidak akan lama kok. Tidak akan lama, paling 5 tahun akan datang, 10 tahun akan datang, perusahaan data itu sudah menjadi penting sekali. Bahkan bisa mengalahkan tambang batu bara.” -ungkap Parawansa
Keyakinannya terhadap masa depan data membuatnya terus berinvestasi dalam pengetahuan dan keterampilan. Ia ingin membangun perusahaan yang tidak hanya berjalan secara teknis tetapi juga memiliki keunggulan strategis dalam mengelola data sebagai aset berharga.
4. Mengubah Pola Pikir: Kantor Bukan Lagi Segalanya
Parawansa juga memiliki pendekatan unik dalam membangun perusahaannya. Ia tidak lagi percaya bahwa keberhasilan bisnis bergantung pada keberadaan kantor fisik. Baginya, yang lebih penting adalah produktivitas dan hasil kerja.
“Sekarang orang punya kantor, kemudian blambang seperti ini sudah kuno. Itu sudah tradisional. Sekarang itu kita bisa kerja di kafe, di mana-mana.” -kata Parawansa
Hal ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya memahami aspek teknis dalam bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana cara kerja di era digital.
5. Belajar Seumur Hidup: Tidak Ada Kata Terlambat
Salah satu hal yang paling menginspirasi dari perjalanan Parawansa adalah semangat belajarnya yang tak pernah padam. Meskipun telah memiliki pengalaman panjang di industri lain, ia tidak ragu untuk mulai dari awal dalam bidang baru.
“Walaupun saya sudah 40 ya, saya pikir tidak ada waktu untuk kemudian bermasalah. Halangan, tidak belajar. Belajar sampai mana kemampuan.” -tutur Parawansa
Baginya, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ia ingin memberikan contoh bahwa seorang pemimpin harus terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dari kisah Parawansa bisa menjadi contoh nyata seorang pemimpin yang tidak pernah lelah dan berhenti belajar. Ia menyadari bahwa menjadi seorang CEO tidak hanya tentang mengelola bisnis tetapi juga memahami seluk-beluk industri yang ia geluti secara mendalam. Dengan ketekunan dan visinya yang kuat, ia berusaha membangun perusahaan data yang kompetitif di masa depan.
Pesannya bagi generasi muda sangat jelas: jangan main-main dengan data. Menguasai data berarti menguasai masa depan. Dan bagi Parawansa, belajar tidak mengenal batas usia atau posisi, karena hanya mereka yang terus belajar yang akan mampu bertahan dan berkembang!
Kamu ingin seperti Parawansa? Tapi bingung harus mulai dari mana? Jawabannya sederhana! Kamu hanya perlu terus belajar, ambil sertifikasi, dan pastikan kamu memiliki bukti konkret atas keterampilanmu. Dimana DQLab bisa menjadi pilihan tempat belajar yang tepat untuk memulai perjalanan karirmu di bisang data.
Jadi, apa kamu sudah siap untuk upgrade karirmu ke level yang lebih tinggi seperti Hani? Yuk, gabung ke Bootcamp Live Class dan ambil Sertifikasi di DQLab sekarang juga!
Penulis: Lisya Zuliasyari